Minggu, 04 Mei 2014

Ilmu Budaya Dasar

BAB I
 (Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar)

A.  Pendahuluan
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilani, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidup sehari-hari. Mata kuliah ini di harapkan agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mepunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini dapat di harapkan, agar interelasi antara intelektual kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan khususnya.

B.     Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian dari Mata Kuliah Dasar Umum
Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa pancasila
2. Takwa terhadap tuhan yang maha esa
3. Memeliki wawasan komprehensip dan pendekatan integral
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupa bermasyarakat.
Jadi, pendididkan umum yang menitikberatan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa. Serta betujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang atau disiplin ilmunya.

C.      Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang di harapkan dapat memberikan pengetahun dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusi dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bia diartikan manusia,berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.

D.     Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar diharapkan dapat :
1.   Mengusahakan penajaman kepekatan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pndangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan kebudayaan serta mengembangkan daya kritis,
3.  Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing.
4. Mengushakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

E.   Ruang Lingkup Ilmu Budaya Daasar
Ada 2 masalah pokok yang menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah imu budaya dasar , yaitu :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapkan masalah kemanusiaan dan berbudaya yng dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu tau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kehidupan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua masalah pokok yang bias dikaji dlam mata kuliah ilmu budya dasar tersebut diatas manpak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dn keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan.

BAB II
(Manusia dan Kebudayaan)

1.  Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsure-unsur yang membangun manusia :
1) Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu
b. Hayat, yaitu mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c.  Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan pencipta yang bersifat konseptual yang jadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafas, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2) Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
a. Id, yang merupakan struktur kepribaadian yang paling primitif  dan paling tidak nampak.
b. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari Id, sering kali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perannya dalam menghubungkan energy Id kedalam saluran sosial yng dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego, meruoakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia 5 tahun

B. Hakekat Manusia
a.   Mahkluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tumbuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai peenggerak dan sumber kehidupan.
b.  Mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahkluk lainnya.
    Kesempurnaan terletak pada abad dan kebudayaannya, karena manusia dilengkapi oleh penciptannya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1.                   Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenan dengan pengetahuan.
2.                   Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan
3.                   Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenan dengan kebaikan
4.                   Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkeknan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain
5.                   Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain
6.                   Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenan dengan agama atau kepercayaan
c.      Mahkluk biokultural, yaitu mahkluk hayati dan budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atu interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Dua kekayaan manusia yang paling utama ialah akal dan budi atau boleh dikatakan pikiran dan perasaan. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan.
d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (Ekologi) mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bbekerja dan berkarya. Sorean Kienkegaard seorang filsuf Denmark peloppor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan linhgkungannya (ekologi), mempunyai sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.
1.   Kepribadian Bangsa Timur  
Francis L.K Hsu adalah Sarjana Amerika keturunan Cina, yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi , ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik, ( homeostatis psikologi ). Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri.
Konsep yang dipakai sebagai landasan untuk mengembangkan konsep lain menurut francis L.K.Hsu adalah konsep JEN. Dalam kebudayaan Cina, yaitu manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian. Itu adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan antara diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya, terutama lingkungan sekitarnya yang paling dekat dan paling serius, kepada siapa ia dapat mencurahkan rasa cinta, dan kemesraan.

2.   Pengertian Kebudayaan
Kata Kebudayaan berasal darikata kultur yang dalam kata Latin adalah cultura (kata kerjanya, colo,colore) dan artinya memelihara atau mengerjakan, mengolah. Pengertian ini berkembang menjelang abad 18 melalui karangan Herder tentangsejarah semesta, Ideen zur Geschichte der Menscheit, dan terutamakarangan Klem berjudul Allgemeine Culturgesschichte der Menscheit.Dalam analisa kedua tokoh ini perkataan kultur atau kebudayaan dalamarti yang modern mendapat arti tingkat kemajuan, yaitu tingkat pengerjaanatau pengolahan yang dicapai manusia pada suatu ketika dalam perjalanansejarah.. Berdasarkan ilmu Antroplogi, Koentjaraningrat mendefenisikan kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Kebudayaan culture, dalam kata Sanskerta adalah budaya, dalam bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian, kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal, atau daya dari budi..Selanjutnya, Soerjanto Poespowardojo dalam memaknai kebudayaan menegaskan bahwa: Kebudayaan adalah identitas suatu bangsa. Dengan demikian,jelaslah bahwa kebudayaan bukan sekedar pakaian, melainkan hidup yang memolakan setiap sikap dan perbuatan berdasarkan nilai yang dihayati. Maka, kebudayaan adalah keseluruhan warisan yang dilanjutkan dari generasi yang satu ke generasi seterusnya.
Stephen K Sanderson tidak melihat kebudayaan sebagai pewarisansecara biologis, tetapi ”kebudayaan sebagai keseluruhan karakteristik paraanggota sebuah masyarakat, termasuk peralatan, pengetahuan, dan caraberpikir dan cara bertindak yang telah terpolakan, yang dipelajari dandisebarkan serta bukan merupakan hasil dari pewarisan biologis. Sanderson membagi empat karakteristik utama kebudayaan, pertama, kebudayaan mendasarkan diri pada simbol. Simbol sangat esensial bagi kebudayaan, karena ia merupakan mekanisme yang diperlukan untuk menyimpan dan mentransmisikan sejumlah besar informasi yang membentuk kebudayaan. Kedua, kebudayaan itu dipelajari dan tidak tergantung kepada pewarisan biologis dalam transmisinya. Ketiga,kebudayaan adalah sistem yang dipikul bersama oleh anggota suatu masyarakat, yakni, ia merupakan representasi dari para anggota masyarakat yang dipandang secara kolektif daripada individual.

3.   Unsur-Unsur Kebudayaan
C Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.                  sistem religi (sistem kepercayaan)
2.                  sistem organisasi kemasyarakatan
3.                  sistem pengetahuan
4.                  sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
5.                  sistem teknologi daan peralatan
6.                  bahasa
7.                  kesenian

4.   Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1.         kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstral, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.         kompleks aktivitas berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diammati atau diobservasi. wujud ini sering disebut sistem sosial.
3.         wujud sebagai benda aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai pengunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

5.                 Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusai memiliki sistem nilai. Menurut C. Kulckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sitem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.                  Hakekat hidup manusia (MH) hakekt hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu mengaggap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”.
2.                  Hakekat karya manusia (MK) setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.                  Hakekat waktu manusia (WM) hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan memntingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.


6.  Perubahan Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya.
tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadina gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2. sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. masyarakat yang hidupnya terbuka, berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.

7.  Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
kaitan manusia dan kebudayaan tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi
Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obektifitas
Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusai dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi
Proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

 BAB III
(Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan)

A.      Pendekatan kesusastraan
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya. Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.

B.      Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Prosa terbagi atas dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.
Lima Komponen Dalam Prosa Lama :
1.      Dongeng-dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
Lima Komponen Dalam Prosa Baru :
1.      Cerita pendek
2.      Roman/ novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi

C.      Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.
2. Prosa fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu.

D.     Ilmu Budaya Dasar yang di hubungkan dengan puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Kreativitas Penyair Dalam Membangun Puisinya, yaitu :
1.      Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.         Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.   Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.   Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.   Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti manusia ingin mempunyai kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya drai sekedar pengalaman hidup yang terbatas. Dengan pengalaman itu dapat memberikan kepada mahasiswamemiliki kesadaran yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya dan tentang masyarakat.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menejnguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaja bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
3.   Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
·                     penderitaan atas ketidak adilan
·                     perjuangan untuk kekuasaan
·                     konflik dengan sesamanya
·                     pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan).
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumah
pohon jambu dihalaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya
angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran tiba-tiba ia bettanya
"mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka ?"
aku hanya tertawa
lalu ia sematkan dengan mesra sebuah peniti menutup bajuku
sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.
Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancar dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari jemari mereka yang bergetar.  Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, is sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan, dll). "Padamu jua" misalnya mengungkapkan pandangan hidup ketuhanan dan ratapan hati Amir Hamzah yang hancur luluh karena tali cintanya yang telah begitu mesra dengan seorang gadis jawa direngut dan diputuskan oleh ayahnya, yang akan menjodohkan puteranya dengan gadis pilihan ayahnya yang masih terbilang kemenakannya sendiri.
Selanjutnya puisi Amir Hamzah yang berjudul PADAMU JUA yang menceritakan seorang pemuda yang tabah menghadapi cobaan hidup, ia selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Allah satu-satunya zat yang maha pengasih dan penyayang yang dicintainya, yang menjadi tumpuannya mendapatkan pegangan dan petunjuk, sehingga ia dapat menguasai diri dari putus asa. Ia selalu merenung-renung dalam sholatnya dan pasrah atas kehendak Tuhan yang menentukan jalan nasibnya. Dalam mendekatkan diri dengan Tuhannya, ia selalu merindukan dan mendambakan rupa Tuhannya, namun tak pernah kunjung nampak. Amir hamzah jadi bingung dan cemas, khawatir Tuhan tidak mencintainya. Namun akhirnya ia sadar dan taqwa bahwa zat Allah memand tak dapat menjangkau oleh indra manusia, kecuali ucapan dengan ucapan (dalam Sholat, berdoa, dsb).
Puisi merupakan sesuatu yang hidup dalam alam merafisis, suatu impian yang berkribadian sehingga sukar dihayati isinya. Walaupun demikian, bila puisi dibaca dengan baik setidaknya akan dapat membantu pembaca dalam menafsirkan maknanya.
Selanjutnya ada prosa yang berjudul “Menembus Waktu” yang menggambarkan berbagai hubungan, yakni:
1.      Manusia dan Harapan
Terlihat keinginannya agar tidak terlalu lama menunggu untuk berobat, sehingga ia sengaja menemui doter pada malam hari.
2.      Manusia dan Cinta Kasih
Terlihat begitu besar kasih sayang dan cinta haris yang Tulus kepada gadis yang dicintainya, walaupun cintanya ditolak.
3.      Manusia dan Keadilan
Disini terlihat keadilan pada sikap Haris. Walaupun cintanya yang tulus ditolak, ia tak pernah merasa sakit hati, bahkan membantu segala macam persiapkan pada pernikahan gadis yang dicintainya.
4.      Manusia dan Penderitaan
Disini terlihat penderitaan, karena Farid calon suaminya meninggal dunia. Sehinggaacara pernikahannya yang telah disiapkan tidak jadi dilangsungkan.
5.      Manusia dan Tanggung Jawab
Terlihat tanggung jawab haris kepada Gadis yang dicintainya. Haris menghiburnya dan memberi petunjuk agar is pindah dari kampung halaman. Haris pulalah yang mencarikan pekerjaan untuknya.
6.      Manusia dan Pandangan Hidup
Terlihat pandangan hidupnya yang menganggap Haris sebagai kakak.
7.      Manusia dan Kegelisahan
Terlihat kegelisahannya, karena rasa tidak tentram dihati ketika memasuki kompleks perumahan yang sunyi.
Dalam “Balada Penantian” penyair Rendra mengekspresikan penghayatan dan pengalaman batinnya terhadap kemalangan dan penderitaan seorang gadis yang selalu menantian kedatangan kekasihnya yang tak pernah kunjung datang, meskipun ia begitu kasmaran. Si pacar ternyata tipe lelaki yang tak bertanggung jawab.
Sang gadis tetap menanti dengan setianya walaupun ia terus bergelut dengan kesepian, kerinduan, dan kesedihan dan dimakan usia. Ibunya tak sempat melihat ia berumah tangga dan bahagia, dan adik-adiknya telah diganduli bayi-bayi. Akhirnya sang gadis putus asa dan melampiaskan dendamnya pada setiap lelaki yang menginginkan tubuhnya.
Pada diri manusia cinta kasih senantiasa menjiwai kehidupannya: kasih sayang seorang ibu kepadanya anaknya, ayah kepada keluarganya, dan juga cinta tanah air atau patriotisme pada pemuda kepada tanah airnya.
Asrul sani dengan sajaknya “Surat dari Ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta dan kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya. Bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negeri seberang dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi ornag barulah ia boleh pulang dan si Ibu akan membicarakan masa depannya, hidup berumah tangga.


BAB IV. 
MANUSIA DAN CINTA KASIH

1.       Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.
Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
Contoh kasus :
Cinta seorang Ibu kepada anaknya, bagaimana rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati sejak mengandung lalu melahirkan ke dunia hingga mengenalkan dan mengajarkan serta membimbing hingga tumbuh dewasa.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu:
1.       keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati.
2.       keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Contoh Kasus:
panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainya.
3.       kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
Cinta yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintimanatau kemesraan kurang, cinta seperi itu mengandung kesetiaan yang amat kuat. Kemudian, cinta yang diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan ketertarikannya kurang, cinta seperti itu dinamankan cinta yang pincang. Lebih erat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga tidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempurna, dan dapat disebutkan itu bukan cinta.
Menurut Dr.Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami/istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang adatang dari perasaan hati dan jiwa. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina danmerusak rasa kemanusiaan. Bentuknya seperti cinta kepada thagut, cinta berdasarkan hawa nafsu, cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak istri, perniagaan,dll.
2.       Cinta Menurut Agama
Etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk.
1.       Cinta diri : Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dengan mengaktualisasikan diri. Namun hendaknya, cinta manusia pada dirinya sendiri tidaklah terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
2.       Cinta kepada sesama manusia: Agar manusia dapat hidup dengan penuh keharmonisan dengan manusia lainnya, ia seharusnya membatasi cintanya sendiri dan egoisnya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain.
3.       Cinta seksual : Cinta yang erat kaitannya dengan dorongan seksual. sebab ialah bekerja dalam melestarikan kasih sayang. Dorongan seksual melakukan suatu fungsi yang penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis,dan merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
4.       Cinta kebapakan : merupakan dorongan psikis. Dorongan ini Nampak jelas dalam cinta bapak kepada anaknya,karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginy dan sumber kekuatan serta kebanggaan.
5.       Cinta kepada rasul: Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai rasulullah yang telah menanggung derita dakwah islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga islam tersebar diseluruh penjuru dunia,dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

3.       Kasih sayang
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing  pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran,saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Pemberian cinta kasih orang tua diantaranya:
a.       Orang tua bersikap aktif, si anak bersifat pasif
b.      Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
c.       Orang tua dan anak sama-sama bersifat pasif
d.      Orang tua dan anak sama-sama bersifat aktif


4.       Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaansimpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah Roro mendut-Pronocitro.
Kemesraan dapat menibulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan menciptakan berbagai bentuk seni sesuai kemampuan dan bakatnya. Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancar dan sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jemari mereka yang bergetar.

5.       Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Halini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-nya. Pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, Karena tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia. Kecintaan manusia itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan atau sholat. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Sholat di rumah, di masjid, sembahyang di pura, di candi, di gereja bahkan ditempat-tempat yang dianggap kerama merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan. Pemujaan iu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya, Mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, dsb.

6.       Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah manusia kepada tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara, dan Cinta Amor/aeros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini adalah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan permpuan. Sedangkan cinta amor karena unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesama merupakanperpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antaracinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya(tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya, dan sebagainya).
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalhnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan bpakaian, makanan dan sebagainya.

7.       Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, keduanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja.
Cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain.
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslisif yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri ekslusif dalam cinta kasih erotis ini perlu di bicarakan lebih lanjut. Kerap kali ekslusivitas dalam cinta kasih erotis disalah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik.
Cinta kasih Erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepatnya jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada orang lain.Oleh karena itu,  gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu, di dalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.



Bab V
MANUSIA DAN KEINDAHAN

A.           KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebaginya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
a.    APAKAH KEINDAHAN ITU ?
Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–”beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Menurut cakupannya orang hams membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan raja. Disamping itu-terdapat pula perbedaan menunit luasnya pengertian, yakni:
a)  keindahan dalam arti yang luas
b)  keindahan dalam arti estetis mumi
c)  keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur. ) dan hamlonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran ( music ). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
a)    keindahan seni
b)   keindahan alam
c)    keindahan moral
d)   keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna. keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan ( unity ), keselarasan ( harmony ), kesetangkupan ( symmetry ), keseimbangan ( balance ) dan perlawanan ( contrast ). Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kits ( beaty is unity of formal relations of our sense perceptions ).
Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan ( pleasure ), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos ( 1225 – 1274 ) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
b.    NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan ( worth ) atau kebaikan ( goodness ). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk me imuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan ).
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental / contributory ), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat balk dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Contoh :
1)   Puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, bans, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui ( alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik.
2)   Tari, tarian Damarwulan - minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.
Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
c.    KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong utuk merasakan, menikmati keindahan. Bagi scorang seniman selera seni lebih dominan dibandingkan dengan orang bukan seniman. Bagi orang bukan seniman mungkin faktor ekstansi lebih menonjol. Jadi, ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakan karya seni. Dengan kata lain, ia hanya mampu menikmati keindahan tetapi. tidak mampu menciptakan keindahan.
d.   APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur - pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.
3) penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
4) Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.
e.    KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK
Dalam buku AN Essay on Man ( 1954 ), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats ( 1795 - 1821 ) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beuty is a joy forever
its loveliness iscreases; it wil never pass into nothingness
Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dalam sajak di atas, Keats mengambil bahannya dari Endymion yang terdapat dalam mitologi Yunani kuno. Endymion dalam mitologi itu sendiri mempakan penjabaran dari konsep keindahan pada jaman Yunani kuno. Menurut mitologi Yunani ini, Endymion adalah seorang gembala yang oleh pars dewa diberi keindahan abadi. Dia selalu muda, selamanya tidur, dan tidak pemah diganggu oleh siapapun. Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jurnlahnya. Mereka mempunyai negatif capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak menentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.
Mengenai keindahan, Coleridge mengutip Shakespeare ( 1564 - 1616 ) dalam karyanya midsummer night: Thing base and vile holding no quality / love can transpose to form and dignity”, yaitu sesuat yang rendah dan tidak menpunyai nilai, dapat berubah dan menjadi berarti. Inilah yang menggelisahkan Coleridge. Dia menggunakan tembakau sebagai contoh : karena kekuatan kebiasaanlah, maka tembakau yang sebenamya tidak enak dapat menjadi nikmat. Perubahan ini dapat mempenganilhi imajinasi: dengan merasakan nikmatnya tembakau maka dalam angan-angan seseorang, segala sesuatu yang berhubungan dengan tembakau dapat menjadi indah.
Kegelisahan Coleridge ini tercermin dalam “Frost at midnight ( 1798 ), sebuah sanjak mengenai salju tipis yang tunin di tengah malam. Salju inilah yang baginya merupakan hal sesaat. Jatuhnya salju ini mengingatkan Coleridge pada dusunnya yang penuh sesak orang. Disini proses imajinasinya mulai tumbuh. Keindahan adalah sublimasi yang terjadi karena kebebasan menyendiri dan hikmah ketidak berdosaan.
Selanjutnya Keats membedakan antara orang biasa dan seniman, dan antara seniman biasa dan seniman yang baik yang dapat mencipta sesuatu yang indah menurut dia. Pada sesuatu kesempatan is melihat lukisan “Death on the Pale Horse”, karya pelukis West, misalnya, yaitu mengenai seseorang yang coati di atas kuda yang pucat, dia langsung berpendapat bahwa West bukanlah seniman yang baik. Menurut Keats, West tidak mempunyai cukup negative capability.
Pada hakekatnya negative capability adalah suatu proses. Keraguan, ketidaktentuan dan misteri adalah suatu proses. Proses inilah yang membuat seseorang menjadi kreatif.
Ada persamaan hakiki antara J.Keats dan Coleridge dalarn menanggapi hal - hal sesaat. Bagi mereka hal - hal sesaat adalah pelatuk yang meledakkan imajinasi dan imajinasi ini langsung membentuk keindahan.
B.            RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
a.    TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce ( 1886 - 1952 ) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, wama, suar dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata mernindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
b.    TEORI METAFISIK
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan ( imitation theory ).
c.     TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasaikan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller ( 1757 - 1805 ) dan Herbert Spencer ( 1820 - 1903 ). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main ( play impulse ) yang ada dalam diri seseorang. Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan ( signification Theory ) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.
C.            KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.
Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian hams dipadukan wamanya bagian atas dengan bagian. bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cars memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan ( unity ).
Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita ( beauti is unity of formal relations among our sence-perception ). Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan.
a.    TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif.
Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan menmpakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam alam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektif dan teon subyektif.
Pendukung teon obyektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat, sedang pendukung teon subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke.
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat ( kualita ) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si pengamat itu. Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.


b.    TEORI PERIMBANGAN
Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda: Kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Empa. Sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar.
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun ( yakni mempunyai bagian-bagian ). Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan-hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda-benda bersusun yang indah.
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya.
Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-benda. Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.

Bab VI 
Manusia dan Penderitaan

a.       Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Intensitas penderitaan bertingkat – tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Penderitan akan dialami semua orang, hal itu sudah merupakan “resiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan dan kesedihan yang kadang–kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Bagi manusia yang tebal imannya musibah yangdialami akan cepta dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
b.      Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang. Timbullah penderitaan. Siksaan yang isfatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan.
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
Kesepian dialami oleh orang yang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a.       Claustrophobia dan agorahobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b.      Gamang
Merupakan ketakutan bila seseorang berada ditempat yang tinggi.
c.       Kegelapan
Merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
d.      Kesakitan
Merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e.      Kegagalan
Merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang dijalankan mengalami kegagalan.

Apa yang menyebabkan seseorang menjad phobia ?
        Ada dua aliran tentang penyebab phobia. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problema dan tidak perlu menemukan penyebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan.
c.       Kekalutan mental penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang berdangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a.       Nampak pda jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b.      Nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
a.       Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya
b.      Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah.
c.       Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
a.       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna;
b.      Terjadinya konflik sosial  budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam menyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
c.       Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a.       Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b.      Negatif : trauma yang dialami diperlukan atau diperturutkan, sehingga bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain:
1.       Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi(tekanan darah tinggi) atau tindakan sads yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2.       Regresi adalah kempali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan
3.       Fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama
4.       Proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain.
5.       Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya.
6.       Narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.
7.       Autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil.

Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.       Kota-kota besar
2.       Anak-anak muda
3.       Wanita
4.       Orang yang tidak berguna
5.       Orang yang terlalu mengejar materi

d.      Penderitaan dan perjuangan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusai hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya malapetaka.

e.      Penderitaan, media masa dan seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar tv, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusai. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Media massa merupakan alat yang apling tepau tuntuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.

f.        Penderitaan dan sebab-sebabnya
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
a.       Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusai
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusai dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusisa penyebabnya.
b.      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/ azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

g.       Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif maupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan meungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonon akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.

BAB VII
Manusia dan Keadilan
A.      Pengertian Keadilan
Arti dari keadilan menurut beberapa pendapat, yaitu :
Keadilan menurut Ariestoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan di sini diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang menyangkut dua orang atau benda. Jadi, bila ada dua orang yang mempunyai kesamaan yang sudah ditetapkan maka masing-masing orang akan memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama maka terjadilah pelanggaran terhadap propisisi yang berarti ‘ketidak adilan’.

Keadilan menurut Plato diproyeksikan pada diri manusia. Sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaan dikendalikan oleh akal.

Keadilan menurut Socrates merupakan keadilan yang tercipta bila warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Keadilan menurut Kong Hu Cu adalah keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah sebagai ayah, dan raja sebagai raja yang masing-masing melakukan kewajibannya, tetapi ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.

Keadilan menurut pendapat yang lebih umum adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang Antara hak dan kewajiban. Jadi lebih detailnya, keadilan merupakan keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang mmperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

B.         Keadilan Sosial

Panitian ad-hoc majelis permusyawarahan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan, yaitu:

“Sila keadilan social mengandung prindip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hokum, politik, ekonomi dan kebudayaan”.

Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan, yaitu:

Dengan sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan social dalam kehidupan masyarakat Indonesia”.

Asas yang menuju dan terciptanya keadilan social itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan, yaitu :

1.       Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.       Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.       Pemerataan pembagian pendapatan.
4.       Pemerataan kesempatan kerja.
5.       Pemerataan kesempatan berusaha.
6.       Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
7.       Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.       Pemerataan kesempatan memperoleh kesempatan memperoleh keadilan.

C.      Berbagai Macam Keadilan

A.      Keadilan Legal atau Keadilan Moral
              Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato disebut ‘Keadilan Moral’ sedangkan Sunoto menyebutnya ‘Keadilan Legal’.
              Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras yang membentuk suatu masyarakat dan terwujud bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik .
              Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras karena akan menciptakan pertentangan dan ketidakselarasan.

B.      Keadilan Distributif
              Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang saa diperlukan secara sama dan yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama (Justice is done when equals are treated equally).

C.      Keadilan Komutatif
              Keadilan komutatif bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

D.      Kejujuran
             Kejujuran adalah apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya yang bersih dari perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum bahwa pernyataannya yang dikatakan itu sesuai dengan kenyataan yang benar adanya. Jujur berarti juga menepatin janji atau kesanggupan melalui kata-kata yang masih terkandung dalam hati nurani yang berupa kehendak, harapan, dan niat.

             Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, Karen jujur mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti. Barangsiapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar dan barangsiapa tidak dapat dipercaya tutur katanya atau tidak menepati janji dan kesanggupannya, termasuk golongan orang munafik sehingga tidak menerima belas kasihan Tuhan. Pada hakekatnya jujur atau kejujuran  dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi.
             Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun, demi sopan santun dan pendidikan, orang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai pada batas-batas yang dapat dibenarkan.

E.       Kecurangan
            Curang atau kecurangan adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani atau orang tgersebut hatinya memang sudah bermaksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, yang paling kaya, senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita dan biasanya tidak senang apabila ada yang melebihi kekayaannya. Hal seperti itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.

F.       Pemulihan Nama Baik
             Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika menjadi orang yang teladan bagi orang /tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Betapa besar nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya.
             Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu adalah cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
             Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai kodrat manusia, yaitu :
a)      Manusia menurut sifat dasarnya adalah mahkluk moral.
b)      Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
             Ada tiga macam godaan yaitu, derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka ia akan terjerumus ke jurang kenistaan karena untuk memiliki derajat/pangkat, harta dan wanita itu dengan mempergunakan jalan yang tidak wajar.          Ada godaan halus yaitu membanggakan kekuasaan, kebesarannya dan kepandaiannya. Semua itu mengundang arti kesombongan.
             Untuk memulihkan nama baik, manusia harus bertobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat budi darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepada sesame hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang, tanpa pamrih, takwa kepada Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.



G.     Pembalasan
             Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa dan seimbang, tingkah laku yang serupa dan seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang baik akan mendapat balasan yang bersahabat, tetapi pergaulan yang buruk akan mendapat balasan yang tidak bersahabat juga.
             Pada dasarnya, manusia adalah mahkluk moral dan mahkluk social. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

           
BAB VIII
Manusia dan Pandangan Hidup


A.      PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup berarti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, arahan, petunjuk hidup di dunia.
Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya, dengan demikian pandangan hidup itu melalui proses pemikiran yang lama sehingga dapat diuji kenyataannya dan dapat diakui kebenarannya.
                Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
·         Pandangan yang hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
·         Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
·         Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Jika pandangan hidup diterima oleh sekelompok orang atau organisasi maka pandangan hidup itu disebut ideologi.
B.      CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan , harapan , tujuan yang selalu ada dalam pikiran (KBBI). Tentang apa yang mau diperoleh pada masa mendatang, sehingga cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating. Apabila cita-cita tidak mungkin atau belum terpenuhi disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita teradapat jarak waktu.
Seorang dapat mencapai cita-cita bergantung dari 3 faktor. Pertama, manusianya yaitu yang memiliki cita-cita; kedua, kondisi yang dihadapi; dan ketiga, seberapa tinggi cita-cita yang mau dicapai.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Orang yang memiliki kemampuan tetapi tidak berkemauan, cita-citanya hanya merupakan khayalan. Cara keras atau usaha seseorang dalam mencapai cita-citanya merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya puas.
Faktor kondsi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, dapat menguntungkan dan dapat juga menghambat. misalnya seorang yang pintar ang bercita-cita menjadi seorang sarjana dengan ekonomi yang kuat dapat menguntungkan, sebaliknya jika ekonomi rendah dapat menghambat tercapainya cita-cita.
Faktor tingginya cita-cita, jika seseorang bercita-cita tinggi tetapi factor manusianya tidak memiliki kemauan dan kerja keras, cita-cita hanya beruapa khayalan. Begitu juga dengan faktor kondisi jika sesorang yang tak mampu dan memiliki cita-cita ingin bersekolah tinggi, cita-cita pun berupa khayalan. Sehingga kita harus bertahap dalam mencapai cita-cita yang diidamkan dengan penuh perhitungan sesuai dengan kemampuan serta kondisi. Tetapi tidak boleh putus asa dalam mencapai cita-cita dan harus berusaha.





C.      KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.

Manusia adalah seorang pribadi yang memiliki jiwa dan badan, yang memiliki pendapat sendiri,
mencintai diri sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya, sehingga manusia terkadang tidak memiliki kebajikan.
Manusia merupakan makhluk sosial: manusia bermasyarakat dengan saling menolong, saling menghargai. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Manusia sebagai makhluk Tuhan, manusia dilengkapi kemampuan jasmani dan rohani juga fasiitas alam sekitarnya.

Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi:
Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan baik dan buruk yang ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang. Sebab itu nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia. Suara hati selalu memilih yang baik, sebab itu ia selalu mendesak sesorang untuk berbuat baik walaupun kadang manusia tidak mendengarkan suara hatinya.
Karena merupakan anggota masyarakat, seseorang juga terikat oleh suara masyarakat.
Setiap masyarakat sekumpulan pribadi-pribadi, sehingga setiap suara masyarakat adalah kumpulan suara hati pribadi-pribadi dalam masyarakat.
                Sebagai makhluk Tuhan, manusiapun harus mendengarkan suara hati Tuhan, karena Tuhan selalu membisikkan sesuatu yang baik.

                Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal. Pertama pembawaan (hereditas) yang telah ditentukan pada waktu seorang masih dikandungan, kedua adalah lingkungan yang membentuk seorang merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seoraang anak lahir, ketiga adalah pengalaman yang khas yang pernah diperoleh. Ketiga faktor tersebut yang menentukan pribadi tiap orang berbeda.

D.      USAHA/PERJUANGAN
  Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Untuk bekerja keras manusia dibatasi kemampuan karena kemampuan manusia terbatas oleh fisik dan keahlian. Karan manusia memiliki rasa kebersamaan, ketidakampuan itu pun dapat teratasi.

E.       KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. ada tiga filsafat yaitu aliran naturalisme, intelektualisme dan gabungan.
·         Aliran naturalism
Hidup manusia dihubungkan dengan kekutan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Ada 2 macam ajaran agama. Pertama, aran dogmatis yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Kedua, ajaran dari pemuka-pemuka agama yaitu hasil dari pemikiran manusia


·         Aliran intelektualisme
Dasara aliran ini adalah logika/akal, dengan akal manusia berpikir mana yang benar menurut akal itulah yang baik. Menurut aliran ini keyakinan manusia itu bermula dari akal. Manusia yakin kebajikan hanya dapat diperoleh dari akal, pandangan hidup ini disebut liberalism.
·         Aliran gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan akal. Gaib adalh kekuatan dari Tuhan, akal adalah dasar kebudayaan. Apabila dihubungan dengan pandangan hidup, maka akan timbul 2 pandangan hidup, pandangan hidup sosialisme dan pandangan hidup sosialisme religious.


F.       LANGKAH – LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Langkah-langkah berpandangan hidup itu sebagai berikut :
·         Mengenal
Merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya dalam hal ini tentang pandangan hidup.
·         Mengerti
Kita harus mengerti tentang pandangan hidup itu sendiri, karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidupitu.
·         Menghayati
Menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Ada sikap penerimaan dan hal lain merupakan langkah yang menentukan terhadap langkah selanjutnya.
·         Meyakini
Meyakini merupakansuatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
·         Mengabdi
Dengan mengabdi ini dapat merasakan manfaatnya. Dan manfaatnya bisa terwujud dimasa masih hidup dan atau di akherat.
·         Mengamankan
Mengamankan adalah proses terakhir, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu

BAB IX 
Manusia dan Tanggung Jawab

1.    Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajub menanggung segala sesuatunya. Sehingga tanggung jawab menurut kamum umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusi akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Sebagai contoh, Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau diipernuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, sebagai pengabdian atau pengorbanan untuk pihak yang berbuat atau pihak lain yang memberikan tanggung jawab. Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat itu sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesame manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
2.    Macam-Macam Tanggung Jawab
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar itu, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
a)    Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap didri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Karena merupakan pribadi maka manusoa mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusai dapat berbuat dan bertindak.
b)   Tanggung jawab terhadap keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab merupakn kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

c)    Tanggung jawab terhadap masyarakat
pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusoa lain, sesuai kedudukannya manusia sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan orang lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
d)   Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
            Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap individu manusia adalah warga Negara siatu Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran uang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
e)    Tanggung jawab terhadap tuhan   
            Tuhan menciptakan manusia di Bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melaluo berbagai macam agama.
3.    Pengabdian dan Pengorbanan
            Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a)    Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang berkerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
            Manusia tidak ada dengan sendirinya tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kebada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada tuhan. Dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b)   Pengorbanan
            Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengobanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
            Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwa. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
            Pengabdian lebh banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapu pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

BAB X
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

            Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasannya.
            Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan juga diartikan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam. Dalam mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berfikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi.
Ada juga kesepian, bermacam-macam penyebab kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul. Dia lebih senang hidup sendiri.
Lalu terdapat ketidakpastian, ketidakpastian muncul apabila seseorang tidak dapat berfikir dengan pasti, sebabnya yaitu obsesi, phobia, komulasi, histeria, delusi, halusinasi, dan keadaan emosi. Terdapat usaha-usaha untuk menyembuhkan ketidakpastian, orang yang tidak dapat berfikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermaca-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Misalkan bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. 

 BAB XI
Manusia Dan Harapan
Harapan
                Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan. Biasanya beruapa pesan pesan kepada ahli warisnya.
               
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing masing. Misalnya. Budi yang hanya mampu membeli sepeda. Biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi sebuah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
                Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud. Maka perlu usaha dengan sungguh sungguh. Manusia wajib berdoa karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
                Harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi dan menyangkut dengan masa depan
Contoh:
·         Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma. Ia rajin belajar dengan harapan didalam ujian semester mendapatkan angka yang baik.
Dari contoh itu terlihat apa yang di harapkan budi ialah terjadinya sebuah keinginan. Karena itu dia bekerja keras tanpa mengenal lelah. Semua itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang di harapkan

B.            APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
·         Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu di ciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangin , bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan unutk itu semua.





·         Dorongan Kebutuhan Hidup
Kebutuhan hidup dapat dibedakkan menjadi atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani, misal:

1.       Kebutuhan Jasmani: Makan , minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan juga papan), ketenangan dan juga hiburan
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain., Hal ini di sebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.
·         Keamanan
Setiap Orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah di peluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin di lindungin. Rasa aman tidak haru di wujudkan  dengan perlindungan yang Nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman.

·         Hak dan Kewajiban mencintai dan di cintai
Setiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu  “Ibu ini kok menganggap arief masih kecil saja, semua di atur!” itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya. Bila seorang telah menginjak dewasa maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya memounyai harapan untuk dicintai dan mencintai.

·          Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirnkan”. Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang lahir di bumi ini tentu tentu akan bertanya tentang statusnya.








·         Perwujudan dan cita cita
Selanjutnya manusia berharap di akui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agari ia diterima atau di akui kehebatannya.
C.            Kepercayaan
·         Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini kebenaran. Kepercayaan adalah hal hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar
1.       Ia tidak percara diri sendiri
2.       Kita harus percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu itu ambil dari ajaran Al-Quran
Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengar dalam ucapan sehari hari itu, maka jelaslah kepada kita. Bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.

·         Kebenaran
 Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidpnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.

D.            BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
·         Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu di tanamkan setiap pribadi manusia. Percaya diri sendiri hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, idirnya mampu mengerjakan yang di serahkan atau di percayakan kepadanya

·         Kepercayaan Kepada Orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya.

·         Kepercayaan kepada pemerintah
Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia atau setikda tidaknya Tuhanlah pemilih kedaulatan sehati, karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan , terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung di karuniai kewibawaaan oleh tuhan, sebab langsung di pilih oleh tuhan pulla (kerajaan)
·         Kepercayaan kepada tuhan

Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting. Karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi di ciptakan leh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting. Karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar